Eliminasi Anjing Liar di Desa Getakan

  • 03 Juli 2015
  • Dibaca: 578 Pengunjung
Eliminasi Anjing Liar di Desa Getakan

Warga Desa Getakan, Banjarangkan, bersama petugas Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Klungkung, kecamatan, petugas Babimkamtibmas dan Babinsa, mengeliminasi massal anjing liar yang berkeliaran di Banjar Dinas Anjingan dan Banjar Dinas Beneng, Kamis (2/7) kemarin. Tindakan tersebut menyikapi meninggalnya seorang bocah SD, Gusti Ari Krisna, asal Dusun Gunung Rata akibat penyakit rabies.

Elimansi massal dilakukan sekitar pukul 08.00 diawali dari wilayah Anjingan. Di lokasi ini puluhan anjing liar dieliminasi dengan cara disumpit. Sedangkan di Banjar Dinas Beneng, belasan anjing liar juga berhasil dieliminasi. Setiap ada anjing liar yang melintas di jalan, langsung dieliminasi oleh petugas.

Yang menarik, kesadaran warga di dua banjar dinas ini begitu tinggi. Warga justru mengantar petugas mencari anjing liar yang dikhawatirkan terjangkit rabies. Bahkan banyak warga mengajak petugas ke rumah warga untuk mengeliminasi anjing milik warga.

Sekitar pukul 10.00, petugas PPK sudah mendapatkan puluhan anjing yang dieliminasi. Petugas bergerak dari arah Banjar Dinas Anjingan menuju Beneng. Saat melintasi kuburan Banjar Anjingan, puluhan bangkai anjing dikumpulkan di kuburan untuk dikubur oleh warga.

Seorang warga, I Gede Agus Rinaldi, ketika ditemui di lapangan mengaperasiasi langkah petugas yang melakukan eliminasi anjing liar di wilayahnya. Bahkan Agus mengaku dirinya merelakan anjing kesayangannya dieliminasi petugas. Ini karena anjing miliknya sering mengejar warga, bahkan nyaris menggigit warga. ’’Saya khawatirnya anjing ini menggigit warga, nantikan saya repot mencarikan obat, makanya saya ikat,’’ ujar Agus Rinaldi seraya menyampaikan dirinya meminta agar anjingnya dieliminasi kepada petugas.

Hal senada juga dikatakan Kelian Banjar Dinas Anjingan, Wayan Sutama. Eliminasi yang dilakukan petugas merupakan permintaan warga. Bahkan warga sangat antusias anjingnya dieliminasi. ’’Lihat saja sendiri Pak. Warga kami malah ikut menunjukkan anjing-anjing liar ke petugas,’’ kata Sutama.

Sementara Kabid Kesehatan Hewan, Dinas PPK, drh AA Raka Arnawa, ditemui di lapangan kemarin juga mengapresiasi warga yang ikut membantu petugas dalam melakukan eliminasi anjing. Apalagi program eliminasi tersebut atas permintaan pihak desa. ’’Kami juga mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Apalagi ada dugaan anjing di Anjingan dan Beneng terjangkit rabies,’’ katanya.

  • 03 Juli 2015
  • Dibaca: 578 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita