LKPJ

  • 27 November 2017
  • Dibaca: 7 Pengunjung

LKPJKATA PENGANTAR

 

          Om Swastyastu

 

            Dengan memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan   Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Perbekel  Desa Getakan  Tahun 2016.

            Laporan ini disusun bertujuan untuk memberikan informasi serta data tentang hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas  Selaku Perbekel Desa Getakan  yang Menyangkut Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan.

            Bahwa apa yang kami laporkan ini mengandung materi diantaranya menyangkut bidang hubungan tata kerja dalam sistim  Pemerintahan Desa sebagai Desa yang bersifat otonum yakni suatu penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang secara langsung diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri.

            Kami sangat menyadari bahwa Laporan Kami yang sederhana ini serta apa yang kami perbuat masih jauh dari sempurna, untuk itu kami perlu pembinaan-pembinaan dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak agar Laporan Pertanggung Jawaban kami kedepan menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

            Akhirnya seiring ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) ini teruatama kepada Sekretaris Desa , Para Kepala Urusan dan Kelian Banjar Dinas  se-Desa Getakan, sehingga laporan ini dapat kami selesaikan dan semoga laporan ini ada manfaatnya bagi perkembangan  Desa Getakan, serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan di DesaGetakan  kedepan.

            Semoga Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan perlindungan dan bimbingan kepada kita semua sehingga tugas-tugas sebagai pelayan masyarakat desa menjadi lebih baik sesuai dengan harapan Pemerintah dan harapan masyarakat Desa Getakan .

            Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

 

 

                                                                                                   Perbekel Desa Getakan

 

 

 

                                                                                                Cokorda Putra Parwata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

            Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa / Tuhan Yang Maha Esakarena berkat Rahmat dan Karunianyalah  kami dapat  menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD)  Perbekel Desa GetakanTahun 2016.

            Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa akhir tahun anggaran merupakan  kewajiban secara Konstitusional yang harus kami sampaikan Kepada Bupati /Walikota sebagai bentuk pertanggung jawaban Perbekel Desa selama kurun waktu satu tahun.

            Adapun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun Anggaran  ini memuat hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Perbekel Desa  yang harus dilaksanakan yang meliputi bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

            Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun ini belum sepenuhnya sempurna dan masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam artian dapat menampung segala aspirasi masyarakat dalam kegiatan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

            Dalam pelaksanaan terhadap tugas-tugas Perbekel Desa masih belum sepenuhnya dapat kami kuasai dan ini memerlukan dukungan segenap masyarakat, Lembaga dan Staf Pemerintah Desa, sehingga apa yang menjadi kendala dan hambatan dapat kami laksanakan secara benar dalam situasi serta kondisi desa secara utuh.

            Dengan kerendahan hati yang paling dalam kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atau instansi-instansi terkait yang sudah memberikan kami pembinaan dan  saran yang sangat berguna  serta penghargaan kepada seluruh masyarakat Desa Getakan atas Partisipasi dan Dukungan selama ini, mudah-mudahan dapat terus dipupuk dan dipertahankan untuk kepentingan kita bersama baik kepentingan pemerintah maupun kepentingan masyarakat Desa Getakan.

 

A.Dasar Hukum.

1. Undang – undang nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan undang – undang nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang nomor 3 Tahun 2005 tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang – undang.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2005 tentang Pedoman UmumTata Cara Pelaporan dan Pertanggung Jawaban Penyelenggaraan Pemerintah Desa.

 

B. Gambaran Umum Desa Getakan

Sebelum lanjut materi pokok pertanggung jawaban perlu kami sampaikan data umum tentang Desa sebagai berikut :

-            Desa Getakan terletak pada ketinggian ± 8 km dari permukaan air laut.

-            Jarak dari Ibukota Kecamatan adalah 6 km dan 12 km dari Ibukota Kabupaten Klungkung dan 38 km dari Ibukota Propinsi Bali.

 

Adapun luas wilayah Desa Getakan adalah : 437 ha yang terdiri dari :

1.        Tanah Sawah              : 179,24 ha

2.        Tanah Tegalan            : 134 ha

3.        Tanah Pekarangan      : 31,09 ha

4.        Tanah Lainnya            : 300 ha

 

Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

1.        Sebelah Utara                                :    Desa Aan

2.        Sebelah Timur                                :    Desa Tihingan

3.        Sebelah Selatan                             :    Desa Banjarangkan

4.         Sebelah Barat                                :    Desa Bakas

Desa Getakan mewilayahi delapan Banjar yaitu :

1.        Banjar Gunungrata

2.        Banjar Getakan

3.        Banjar  Beneng

4.        Banjar Anjingan

 

Jumlah Penduduk Desa Getakan :

1.        Jumlah Penduduk Laki-Laki         : 1909 jiwa

2.        Jumlah Penduduk Perempuan       : 1877 jiwa

3.        Jumlah Keseluruhan                      : 3786 jiwa

4.        Jumlah Kepala Keluarga (KK)      : 835jiwa

Dengan perkiraan kepadatan penduduk : 351 jiwa / ha.

 

Adapun mata pencaharian penduduk / masyarakat Desa Getakan sebagai berikut :

1.        Petani                                             : 833orang

2.        Pegawai Negeri                             : 68 orang

3.        Buruh                                             : 553 orang

4.        Sopir                                              :- orang

5.        Tukang Bangunan Kayu                : - orang

6.        Tukang Ukir / Pengerajin               : 45 orang

7.        Karyawan / Karyawati                  : 275 orang

8.        Lainnya                                          : 211 orang

 

Disamping mewilayahi empat (4) Banjar Desa Getakan mewilayahi empat (2) Desa Pakraman terdiri dari :

1.        Desa Pakraman Getakan

2.        Desa Pakraman Anjingan

 

Masing-masing Desa Adat terdiri dari Banjar Adat :

I.         Desa Pakraman Getakan terdiri dari 3 Banjar Adat yaitu :

-            Adat Gunungrata

-            Adat Getakan

-            Adat Beneng

 

Desa Getakan mewilayahi Subak sebagai berikut :

a.         Subak Selangit

b.         Subak Dlod Getakan

c.         Subak Abian Catur Buana Sari

 

Desa Getakan mewilayahi juga Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan BUMDesa antara lain :

1.         LPD Desa Pakraman Anjingan

2.         BUMDesa Gerbang Sadu Mandara Getakan (GSMG)

 

II.      Program Kerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Desa :

Program kerja dan penyelenggaraan Pemerintah Desa diarahkan kepada terlaksananya tata pemerintah Desa dalam menyelenggarakan segala urusan rumah tangga Desa yang berpedoman pada ketentuan-ketentuan dan segala peraturan-peraturan yang ada dan pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Desa yang ada dan meliputi kegiatan sbb :

1.         Menyempurnakan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa

Menyempurnakan susunan organisasi dan tata kerja pemerintah Desa meliputi susunan organisasi Pemerintah Desa dan Perangkat Desa Getakan yang sudah dibentuk menurut ketentuan-ketentuan Peraturan Daerah Nomor : 11 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan dan Pemberhentian Perbekel Desa, dan Peraturan Daerah Nomor : 15 Tahun 2010 tentang Pencalonan, Pemilihan dan Pemberhentian Perangkat Desa dengan susunan bagan-bagan yang sudah disempurnakan sebagai berikut :

 

 

KETERANGAN

1.        Perbekel Desa dijabat oleh Cokorda Putra Parwata, terhitung mulai tanggal 20 Mei 2015, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Klungkung, tanggal : 13 Mei 2015 Nomor : 650/10/H20/2015.

 

2.        Sekretaris Desa dijabat oleh I Made Naya, terhitung mulai tanggal : 01-12-2009, Nomor : 821/867/BKD, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Klungkung.

 

3.        Kelian Banjar Dinas Gunungrata dijabat oleh I Wayan Kayun, terhitung mulai tanggal : 1 April 2015, berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Getakan, tanggal : 1 April 2015, Nomor : 4 Tahun 2015.

 

4.        Kelian Banjar Dinas Getakan dijabat oleh I Dewa Putu Suarsa, terhitung mulai tanggal : 25 April 2017, berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Getakan, tanggal : 25 April 2017, Nomor : 25 Tahun 2017.

 

5.      Kelian Banjar Dinas Beneng dijabat oleh I Nyoman Surena, terhitung mulai tanggal : 12 Desember 2012 berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Getakan, tanggal : 12 Desember 2012 Nomor : 14 Tahun 2012.

 

6.      Kelian Banjar Dinas Anjingan dijabat oleh I Wayan Sutama, terhitung mulai tanggal : 4 November 2013, berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Getakan, tanggal : 4 November 2013, Nomor : 15 Tahun 2013.

 

7.      Kepala Urusan Pemerintahan dijabat oleh I Nengah Kinten, terhitung mulai terhitung mulai tanggal : 1 Maret 2004, berdasarkan Surat Keputusan Perbekel Desa Getakan, tanggal : 1 Maret 2004, Nomor : 02 Tahun 2004.

 

8.        Kepala Urusan Pembangunan dijabat oleh I Gusti Ngurah Sutira, terhitung mulai tanggal : 23 Mei 1998, berdasarkan Surat Keputusan Camat Banjarangkan An. Bupati Klungkung, tanggal : 23 Mei 1998  Nomor : 18 Tahun 1998.

 

9.        Kepala Urusan Umum dijabat oleh Ida Ayu Putu rasmini, terhitung mulai tanggal : 1 Agustus 1990 berdasarkan Surat Keputusan Camat Banjarangkan An. Bupati Klungkung, tanggal : 1 Agustus 1990, Nomor : 12 Tahun 1990.

 

10.    Kepala Urusan Kesra dijabat oleh I Wayan Kartika, terhitung mulai tanggal : 1 Desember 1993 berdasarkan Surat Keputusan Camat Banjarangkan An. Bupati Klungkung, tanggal : 1 Desember 1993 Nomor : 10 Tahun 1993.

 

11.    Kepala Urusan Keuangan dijabat oleh Desak Made Suartini, terhitung mulai tanggal : 1 Juni 1991, berdasarkan Surat Keputusan Camat Banjarangkan An. Bupati Klungkung, tanggal : 1 Juni 1991, Nomor : 106 Tahun 1991.

 

Jabatan Kepala Urusan Desa sesuai dengan tugas fungsinya telah terisi sejumlah 5 (lima) orang, seperti terurai diatas dan dengan dana honorer dari bantuan APBD Kabupaten Klungkung.

 

 

URAIAN TUGAS PERANGKAT DESA :

 

1.2.2   Perbekel Desa :

1.        Menjalankan Urusan Rumah Tangga Desa Tersendiri.

2.        Menjalankan Urusan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Termasuk Pembinaan, Ketertiban di Wilayah Desa Sendiri.

3.        Membuat Rancangan Peraturan Desa bersama-sama dengan BPD dalam menetapkan Peraturan Desa (Perdes).

4.        Memimpin penyelenggaraan Pemerintah Desa.

5.        Membina kehidupan dan perekonomian masyarakat desa.

6.        Menumbuh kembangkan semangat gotong royong masyarakat sebagai sendi utama pelaksanaan Pemerintah dan Pembangunan Desa.

7.        Menjaga kelestarian adat-istiadat yang hidup dan berkembang di desanya.

 

 

1.2.3   Sekretaris Desa :

1.        Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur staf pembantu Perbekel Desa dan memimpin Sekretariat Desa.

2.        Sekretaris Desa Berkedudukan mempunyai tugas melaksanakan administrasi di Desa serta memberikan pelayanan administrasi Perbekel Desa.

3.        Untuk melaksanakan tugasnya Sekretaris Desa mempunyai fungsi :

a.         Melaksanakan urusan surat-menyurat, kearsipan dan pelaksanaan pelaporan.

b.         Melaksanakan urusan keuangan.

c.         Melaksanakan administrasi pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan.

d.        Memberikan pelayanan administrasi kepada Perbekel Desa.

e.         Memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat dibidang pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan.

 

1.2.4   Kepala Urusan :

1.        Kepala urusan berkedudukan sebagai unsur staf Sekretariat Desa dalam bidang tugasnya masing-masing.

2.        Kepala Urusan mempunyai tugas membantu Sekretaris Desa melaksanakan kegiatan di Sekretaris Desa dan bidang tugasnya.

3.        Untuk melaksanakan tugasnya sebagai dimaksud ayat / No. 2 Kepala Urusan mempunyai fungsi sbb :

a.         Melaksanakan urusan kegiatan-kegiatan administrasi pembangunan, kesejahteraan, keuangan dan umum sesuai dengan bidangnya masing-masing.

b.         Memberikan pelayanan administrasi kepada Perbekel Desa.

c.         Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai bidangnya.

 

1.2.5   Kelian Banjar Dinas :

1.        Kelian Banjar Dinas berkedudukan sebagai unsur wilayah yaitu untuk membantu Perbekel Desa diwilayah kerjanya.

2.        Kelian Banjar Dinas mempunyai tugas membantu melaksanakan tugas Perbekel Desa di wilayah kerjanya.

3.        Untuk melaksanakan tugasnya Kelian Banjar Dinas mempunyai fungsi :

a.         Menjalankan kegiatan pemerintah, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban diwilayah kerjanya.

b.         Melaksanakan peraturan Desa diwilayah.

c.         Melaksanakan kebijakan Perbekel Desa diwilayahnya.

 

1.3         Tata Kerja Pemerintah Desa, Perangkat Desa Getakan :

1.        Dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya Perbekel Desa bertanggung jawab kepada Bapak Bupati Klungkung melalui Camat Banjarangkan.

2.        Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Sekretaris Desa bertanggung jawab kepada Perbekel Desa.

3.        Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kelian Banjar Dinas bertanggung jawab kepada Perbekel Desa.

4.        Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Urusan bertanggung jawab kepada Sekretaris Desa.

 

1.2.6  Badan Perwakilan Desa yang selanjutnya disebut BPD adalah badan Permusyawaratan yang terdiri dari atas pemuka-pemuka masyarakat atau Desa yang berfungsi mengayomi adat istiadat membuat peraturan Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintah Desa.

1.        Pemerintah Desa adalah kegiatan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa.

2.        Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai penanggung jawab utama dibidang pembangunan kami dibantu oleh LPM.

1.2.1.1.   Jumlah Penduduk

Jumlah Penduduk pada suatu daerah atau desa merupakan modal dasar dalam pembangunan secara nasional, apabila pemanfaatannya tidak disertai dengan kualitas dan sumberdayanya, maka keberadaan penduduk akan menjadi beban dan dapat menimbulkan permasalahan yang komplek diantaranya daya tampung dan lahan yang tersedia tidak sesuai, yang nantinya akan menimbulkan permasalahan sosial, keamanan, dan ketertiban sudah tentu berpengaruh terhadap ketentraman wilayah desa tersebut.

Desa Getakan memiliki jumlah penduduk yang cukup padat sesuai data tahun 2016 penduduk Desa Getakan berjumlah 3674 Jiwa , Dengan jumlah KK 873.

Apabila dilihat dari data tersebut tentunya penduduk sebagai modal utama dalam pelaksanaan  pembangunan juga dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak disertai dengan peningkatan kwalitas dan tersedianya lapangan kerja yang memadai.

 

1.2.1.2.      Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dibidang kependudukan, maka Pemerintah Desa Getakan memberikan kesempatan bagi warga masyarakat didalam meningkatkan aspek pendidikan  khususnya warga masyarakat yang tergolong dalam mengentaskan wajib belajar 9 tahun dengan terciptanya atau terwujudnya program Pemerintah. Masyarakat Desa Getakan pada umumnya cukup mmemadai dilihat dari partisipasi warga yang usia 7 tahun sampai 15 tahun mendapatkan pendidikan dasar yang secara langsung dengan prasarana dana sarana yang ada didesa yaitu pra – SD / Sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan sarana pendidikan tingkat Sekolah Dasar yaitu di SD No. 1,2,3,Getakan.

Sesuai dengan data yang ada dari tingkat pendidikan penduduk Desa Getakan  tahun 2016 adalah sebagai berikut   :

1.  Tamat SD                                          =  334 Orang

2.  Tamat SLTP / Sederajat                  =  304 Orang

3.  Tamat SLTA / Sederajat                   =  2391orang

4.  Tamat D1/ Sederajat                         =  103Orang

5.  Tamat D2 / Sederajat                        =  21 Orang

6.  Tamat D3 / Sederajat                        =  13Orang

7.  Tamat S1 / Sederajat                         =  42Orang

8.  Tamat S2 / Sederajat                         =  3 Orang

 

 

 

 

1.2.1.3.   Distribusi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

Desa Getakan sebagai daerah daratan selain sebagian besar masyarakatnya bergerak disektor pertanian juga ada sebagian pertukangan  dan jasa. Adapun  distribusi penduduk berdasarkan mata pencaharian  adalah sebagai berikut :

- Pegawai Negeri Sipil (PNS)    : 68 org

- Pengrajin                                  : 45 org

- Petani                                       : 833 Org

- Pedagang                                 : 32 Org

- Buruh                                       : 553 Org

      - Lain-lain                                   : +   91 Org ( Lansia – balita ) 

Jumlah Total Penduduk 3786 jiwa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA GETAKAN

 

A. Visi dan Misi.

1. Visi

             Visi adalah gambaran yang menantang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan Desa. Penyusunan Visi Desa Getakan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkopenten di Desa Getakan seperti pemerintah Desa, BPD, LPM, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Lembaga Masyarakat Desa, dan masyarakat pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di Desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di Desa mempunyai titik berat sector pertanian. Berdasarkan permasalahan, tantangan, potensi serta keterbatasan yang dihadapi Desa Getakan tersebut diatas maka ditetapkan Visi Desa Getakan adalah   “ Mewujudkan masyarakar Desa Getakan yang Sejahtera dan Mandiri berdasarkan nilai Ekonomi Sosial dan Budaya”

 

2. Misi

            Dalam mewujutkan visi tersebut tentunya diperlukan langkah setrategis untuk penyampaian MISI yang memuat suatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya Visi Desa tersebut. Pernyataan Visi kemudian di bubarkan kedalam misi agar dapat dioperasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusun Visi dan Misi pun dalam penyusunan menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi serta kebutuhan Desa Getakan antara lain :

  1. Mewujudkan Desa Getakan yang sejahtera, melalui akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkwalitas, kesehatan yang berkwalitas, pembudayaan usaha mikro, percepatan pembangunan dan perbaikan imprastruktur di segala bidang.
  2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan dan pembangunan pasar Desa untuk memasarkan produksi pertanian dan hasil industri rumah tangga.
  3. Melestarikan Budaya dan tradisi nenek moyang Desa Getakan melelui Pembangunan dan penguatan Seni Budaya dan harmonisasi antar kelompok yang ada di Desa Getakan.
  4. Dan Mengembangkan Usaha Kecil dalam wadah BUMDesa

 

B. Strategi  dan Arah Kebijakan Desa.

 

Dalam mewujudkan visi dan misi Desa diperlukan adanya program yang dalam proses penyusunannya diperlukan payung hukum sebagai landasan dalam penentuan arah pembangunan serta langkah – langkah dan kebijakan pembangunan. Adapun Langkah – langkah dan kebijakan pembangunan desa adalah sebagai berikut :

 

1. Landasan Hukum Strategi Pembangunan Desa Getakan

     Dalam menentukan arah pembangunan desa tentunya diperlukan strategi yang akurat dan terstruktur sehingga tujuan pembangunan desa dapat tercapai. Dalam penentuan arah pembangunan tersebut Pemerintah Desa bersama BPD telah berupaya membuat ketentuan – ketentuan yang mengatur arah dan strategi pembangunan, baik dalam Peraturan Desa, Peraturan Desa dan Keputusan Perbekel Desa. Salah satu Peraturan Desa yang mengatur bagiamana Mekanisme Penyusunan Perencanaan adalah Peraturan Desa Getakan Tentang Penyusunan Rencana Jangka Menengah Desa.

2.Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Getakan

         Dalam mewujutkan visi dan misi diperlukan perencanaan yang matang. Dalam proses penyusunan perencanaan di Desa Getakan mempergunakan konsep perencanaan dari bawah yang disingkronisasikan dengan perencanaan daerah dan perencanaan sektoral.

Dalam menampung aspirasi masyarakat Pemerintah Desa yang dibantu oleh Lembaga Kemasyarakatan setiap tahunnya menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, dengan hasil yang dicapai yaitu program mana yang didanai oleh masyarakat sendiri, Pemerintah Desa, dan mana yang akan disampaikan ke SKPD. Selain proses Musrenbangdes tersebut, juga dilaksanakan perencanaan sektoral seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.

 

1.1.       Kebijakan Pembangunan DesaGetakan

         Untuk mendorong terwujudnya visi dan misi yang dilalui dengan proses perencanaan diperlukan komitmen seluruh Aparat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan serta seluruh warga masyarakat.Komitmen tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam mewujudkan visi dan misi. Adapun kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Desa Getakan antara lain adalah meyelenggarakan Musyawarah  Perencanaan Pembangunan secara Rutin setiap Tahun, Mengusulkan Pembangunan Pasar Desa, mensukseskan pembangunan Polindes, menggali dan menumbuh kembangkan kebudayaan local.

 

C. Prioritas Desa

                   Desa Getakan sebagai desa pesisir yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dengan kepemilikan lahan yang sempit serta sebagai petani penggarap hal ini tentunya sangat bepengaruh terhadap pendapatan yang berimplikasi pada kesejahtraan masyarakat baik dari segi pendidikan dan kesehatan. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Pemerintah Desa beserta lembaga-lembaga yang ada didesa berupaya menumbuh kembangkan kegiatan- kegiatan ekonomi berupa usaha ekonomi mikro dan usaha kerajinan melalui kegiatan PMPN mandiri. Selain kegiatan ekonomi yang tidak kalah pentingnya adalah membekali generasi muda dari segi mental dan sepiritual dengan mengkaitkan pelestarian budaya local. Adapun Priorotas Pembangunan Jangka Menengah Desa Getakanadalah :

         1. Peningkatan Pendidikan  Masyarakat

         2. Peningkatan  Kesehatan Masyarakat

         3. Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro.   

         4. Peningkatan Sarana dan Prasarana Umum dan Ekonomi

.        5. Pelestarian Seni dan Budaya Lokal

 

BAB III

KEWENANGAN DESA

 

         Sebagaimana kita ketahui Desa  adalah kesatuan masyarakat hukum  yang memiliki  batas-batas wilayah yang berwenang  untuk mengatur dan mengurus  kepentingan  masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang perubahan  atas Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengakui adanya Otonomi yang dimiliki oleh Desa dan kepada desa dapat diberikan  penugasan atau pendelegasian dari pemerintah ataupun pemerintah daerah untuk melaksanakan urusan  pemerintah tertentu. Dengan demikian urusan pemerintahan yang menjadi wewenang desa mencakup urusan pemerintah yang sudah ada berdasarkan hak dan asal usul desa, urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Kabupaten yang diserahkan pengaturannya kepada desa, dan tugas pembantuan dari pemerintah dan Pemerintah Derah, urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan yang diserahkan kepada Desa. Berkenaan dengan pelaksanaan kewenangan desa sampai saat ini Desa Getakan hanya melaksanakan Urusan Hak Asal Usul Desa sedangkan Urusan Pemerintahan  Yang diserahkan Kabupaten Dan Tugas Pembantuan tidak ada.Berkenaan dengan otonomi desa dimana desa berwenang untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri tentunya berupaya keras untuk mensejahtrakan masyarakatnya .

 

URUSAN HAK ASAL USUL DESA

1.Pelaksanaan Kegiatan.

a.Bidang Penerimaan

             Untuk memperkuat Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dalam rangka mewujudkan  kesejahtraan masyarakat perlu ditunjang pembiayaan yang memadai. Guna memperoleh pembiayaan tersebut selain bantuan dari pemerintah, perlu kiranya pendapatan asli desa terus menerus diberdayakan yang disesuaikan dengan potensi desa . Dengan mengupayakan partisipasi dari Masyarakat Desa Getakan.

 

KEGIATAN ADMINISTRASI PEMERINTAH DESA :

 

Dalam tahun 2016 Penyelenggaraan Administrasi Desa Getakan didasarkan pada peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 32 Tahun 2006 Tentang Pedoman Administrasi Desa yang meliputi :

A.      Administrasi Umum terdiri dari :

-       A1. Buku Peraturan Desa

Dalam Tahun 2016 Peraturan Desa berhasil ditetapkan sejumlah : 4 Buah Peraturan Desa.

-         A2. Buku Keputusan Perbekel Desa Getakan

Dalam Tahun 2016 Keputusan Perbekel berhasil ditetapkan sejumlah : 22 Buah Keputusan Perbekel Desa Getakan.

-       A3. Buku Kekayaan dan Inventaris Kepala Desa dipergunakan untuk mencatat semua kekayaan dan inventaris milik Desa.

-       A4. Buku Data Aparat Pemerintah Desa di catat dalam buku ini semua Perangkat Desa yang ada telah terisi lengkap.

-       A5. Buku Tanah Milik Desa / Tanah Kas Desa adalah memuat Tanah Kas Desa yang dikelola yang merupakan tanah yang menjadi hak kelola Desa yang berlokasi di Subak Selangit dan Subak Dlod Getakan

-       A6. Buku Tanah di Desa

Senantiasa diisi dengan mengutip data dari SPPT Pajak dan Buku DHKP.

-       A7. Buku Agenda :

Jumlah Surat Masuk Tahun 2016    : 324 Buah

Jumlah Surat Keluar Tahun 2016    : 1.134 Buah

-       A8. Buku Ekspedisi digunakan sebagai Tanda Terima Surat Keluar.

 

B.       Administrasi Penduduk :

-       B1.  Buku Data Induk Penduduk

Dalam Tahun 2016 jumlah penduduk 3674 laki-laki : 1.862, perempuan : 1.812, Jumlah KK 873jiwa.

-       B2.  Buku Data Mutasi Penduduk

Digunakan untuk mencatat mutasi melalui data lahir, mati, pindah, datang.

-       B3.  Buku Data Rekapitulasi Jumlah Penduduk Akhir Bulan

Digunakan untuk mencatat data penduduk akhir bulan yang dilaporkan setiap Bulan dan Triwulan ke Kecamatan.

-       B4.  Buku Data Penduduk Sementara

Untuk mencatat penduduk yang tinggal sementara di Desa.

C.      Administrasi Keuangan Desa terdiri dari :

-       C1.a  Buku Anggaran Penerimaan

-       Jumlah Penerimaan Tahun 2016 Rp. 2.320.894.406,13

-       Sisa lebih anggaran tahun sebelumnta Rp. 272.441.142,45

-       C1.b  Buku Anggaran Pengeluaran Rutin

-       Jumlah Pengeluaran Rutin Tahun 2016 Rp. 2.383.314.464,00

-       C1.c  Buku Anggaran Pengeluaran Pembangunan

-       Jumlah Pengeluaran Pembangunan Tahun 2016 Rp. 1.752.677.321,00

-       Jumlah Pengeluaran Pemerintahan Tahun 2016 Rp 530.537.101,74

-       Jumlah Pengeluaran Pembinaan Kemasyarakatan Tahun 2016 Rp 281.873.805,04

-       Jumlah Pengeluaran Pemberdayaan Kemasyarakatan Tahun 2016 Rp 28.244.321,25

-       C2.    Buku Kas Umum

-       Untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran.

-       C3.a  Buku Kas Pembantu Penerimaan

-       Digunakan untuk membantu mencatat penerimaan keuangan.

-       C3.b  Buku Kas Pembantu Pengeluaran Rutin

-       Membantu pengeluaran rutin keuangan.

-       C3.c  Buku Kas Pembantu Pengeluaran Pembangunan

-       Untuk mencatat pengeluaran keuangan pembangunan.

D.      Administrasi Pembangunan terdiri dari :

-       D1.    Buku Rencana Pembangunan

-       Rencana Pembangunan Tahun 2016 ditetapkan Pembangunan.

-       D2.    Buku Kegiatan Pembangunan

-       Untuk mencatat kegiatan pembangunan di Desa Tahun 2016 telah dilaksanakan Kegiatan Pembangunan.

-       D3.    Buku Inventaris Proyek

-          Untuk menginventarisis proyek yang ada di Desa Getakan.

-       D4.    Buku Kader-Kader Pembangunan

-          Digunakan untuk mencatat kader yang ada di Desa Getakan

E.       Administrasi Badan Permusyawaratan Desa :

-       E1.    Buku Data Anggota Permusyawaratan Desa

-       Anggota BPD Tahun 2016 berjumlah : 9 orang.

-       E2.    Buku Data Keputusan BPD

-       Keputusan BPD Tahun 2016 berjumlah :  3 buah.

-       E3.    Buku Data Kegiatan BPD

-       Kegiatan BPD Tahun 2016 berjumlah : 3 kali.

-       E4.a  Buku Data Agenda BPD

-       Jumlah Surat Masuk 2016    : 7 Surat

-       Jumlah Surat Keluar 2016    : 5 Surat

-       E4.b  Buku Ekspedisi BPD

-       Digunakan untuk mencatat surat yang keluar.

 

PROGRAM KERJA DAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA

Dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintahan desa secara umum dan untuk meningkatkan kondisi masyarakat yang dinamis sehingga memiliki catatan ketangguhan dan kemampuan sendiri dalam ikatan kesatuan RI yang menyelenggarakan meliputi urusan dibidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hamkam / ketertiban secara menyeluruh dengan kegiatan sbb :

1.        Idiologi :

Kegiatan dibidang idiologi diarahkan kepada pemantapan dan pembinaan masyarakat terhadap idiologi negara yaitu Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam segi kehidupan berbangsa dan bernegara maupun kehidupan masyarakat berorganisasi kemasyarakatan seperti Lembaga Adat, Organisasi Subak, Organisasi STT, Karang Taruna maupun organisasi lainnya, yang ada di Desa diberikan pembinaan masyarakat

terhadap Pancasila sehingga masyarakat mampu untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga maupun antar kelompok sehingga tercipta suasana yang mantap.

2.        Politik :

a.         Kegiatan dibidang politik diarahkan kepada pembinaan kesadaran berpolitik bagi masyarakat dalam arti kesadaran akan kewajiban haknya sesuai warga negara yang baik, terutama kesadaran untuk melaksanakan dan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita.

b.         Pancasila sebagai sumber hukum, salah satunya Undang-Undang Nomor : 1 tahun 1974, tentang Undang-Undang Perkawinan serta pelaksanaan kehidupan masyarakat.

3.        Pembinaan Ketertiban / Ketentraman :

Pembinaan ketertiban dan ketentraman diarahkan kepada suatu kehidupan dimana pemerintah Desa dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan secara aman dan tertib dan teratur namun ketentraman dan ketertiban wilayah dapat terganggu oleh berbagai sebab yang terjadi.

a.         Pelanggaran hukum dan peraturan-peraturan yang telah berlaku yang menyatakan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat.

b.         Keadaan situasi politik ekonomi dan lain-lainnya terhadap ketentraman dan ketertiban.

c.         Bencana alam maupun bencana lainnya yang disebabkan oleh binatang ataupun oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban telah diambil langkah-langkah atau tindakan sbb :

a)        Bekerjasama, koordinasi dengan Pemerintah atasan atau intansi yang terkait untuk mencegah tindakan pidana maupun pelanggaran terhadap perundang-undangan yang berlaku seperti Undang-Undang No. 1 tahun 1974, tentang Undang-Undang Perkawinan.

b)        Mengembangkan sistem keamanan lainnya dengan mengaktifkan penjagaan masyarakat, anggota Hansip dengan jaga malam dan penjagaan di tempat suci dsb, oleh warga masyarakat yang dikoordinir oleh Klian-klian adat dan dibantu pamong-pamong lainnya.

c)        Mengarahkan kepada seluruh masyarakat yang memiliki ternak untuk mengandangkan ternaknya supaya jangan mengganggu lingkungan orang lain sehingga keamanan dan ketertiban tetap mantap maupun keselamatan lingkungan tetap bersih.

d)       Mengadakan pengecekan dan pengawasan setiap pendatang baru untuk masuk wilayah kita.

e)        Menunjang pelaksanaan Pemerintah dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudmila).

f)         Mencegah terjadinya pencurian dan kenakalan remaja.

 

4.        Pembinaan Dibidang Ekonomi :

Pembinaan dibidang ekonomi diarahkan masyarakat untuk dapat meningkatkan taraf hidup keluarga secara mandiri dengan bekerjasama dengan instansi yang terkait, pemerintah Desa, PKK dengan melaksanakan kegiatan antara lain :

a.         Dibidang pertanian dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan pertanian sesuai dengan aturan Pemerintah atau paket.

b.         Disamping melaksanakan insus paket perlu dimotivasi untuk melaksanakan pertanian terpadu dengan mengembangkan usaha pertanian.

c.         Mendorong usaha masyarakat diluar pertanian seperti kerajinan industri rumah tangga, dll sesuai dengan potensi yang ada.

d.        Memberikan motifasi terhadap masyarakat petani yang tidak memiliki lahan pertanian untuk mau bertransmigrasi.

e.         Mendorong warga masyarakat untuk ikut menjadi anggota BUMDes

5.        Pembinaan Dibidang Sosial Budaya :

Pembinaan sosial budaya dilaksanakan dengan kegiatan :

a.         Mendorong terlaksananya program belajar 9 tahun bagi masyarakat yang mempunyai anak berusia 6 tahun untuk masuk ditingkat Sekolah Dasar, serta memotifasi masyarakat untuk dapat mensukseskan kejar Paket A, B, C.

b.         Mendorong orang tua murid menyekolahkan anaknya ditingkat sekolah TK, sebelum lanjut ke Sekolah Dasar atau sedang berumur 4-5 tahun harus di TK.

c.         Pemeliharaan prasarana pendidikan yang sudah ada.

d.        Memotifasi masyarakat untuk melaksanakan program dibidang kesehatan seperti : penimbangan anak balita, imunisasi bagi anak balita posyandu, serta mensukseskan program kesehatan yang lainnya, seperti dana sehat (DUKM).

e.         Membina pertumbuhan seni dan budaya dengan mendirikan kelompok-kelompok seni tari, lukis, patung, wirama, kidung, santi lainnya yang semuanya itu atas kesadaran masyarakat atas pentingnya pelestarian seni budaya dimaksud untuk dikembangkan agar tidak mengalami kepunahan yang sampai saat ini sedang dilestarikan dan dibina denga baik berkesinambungan.

 

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DAN USAHA PENGAWASAN :

1.        Terbatasnya sumber-sumber dana yang tercantum dalam APBD dan ADD sehingga Pemerintah Desa sampai saat ini belum bisa membantu sesuai kegiatan tersebut diatas oleh karenanya perlu dicarikan jalan keluar bagi penggalian dana seperti sumber-sumber dana sumbangan dari masyarakat yang sekarang sedang berjalan atas kesadaran masyarakat.

2.        Dengan terbatasnya tenaga maupun yang dimiliki sehingga dalam hal ini kami sampaikan mengharapkan atas kemampuan bimbingan-bimbingannya sehingga kami dapat melaksanakan administrasi desa yang mendekati kesempurnaan dan baik serta berkesinambungan.

 

SARAN DAN USUL

Dalam permasalahan tersebut diatas maka melalui kesempatan ini kami sangat mengharapkan uluran Bapak / Ibu membina atas bantuan serta perhatiannya, terutama dibidang administrasi Pemerintah, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

Atas telah pelaksanaan administrasi sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada, dengan ini kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar setia tetap waspada tanggap dalam bidang ketahanan, keamanan, ketertiban dengan lingkungan maupun keamanan Nasional sehingga pembangunan mental dan fisik dalam melaksanakan tugas-tugas dapat difungsikan demi kelancaran pembangunan nasional.

Demikian laporan singkat pertanggung jawaban ini kami sampaikan kepada Bapak Bupati Klungkung melalui Bapak Camat Banjarangkan guna dipakai bahan pertimbangan dalam memberikan pembinaan-pembinaan dan penyelenggaraan pemerintahan berikutnya.

Dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah di Desa, kami mengakui sebagai manusia biasa, sudah tentu dalam penyampaian ini ada susunan kata-kata maupun isinya kurang sempurna.

Atas keterbatasan kami sebagai Perbekel Desa atas tugas-tugas dan kewajiban kami tidak luput dari kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja maka kami mohon petunjuk-petunjuk serta pembinaan-pembinaan untuk bisa kami terapkan kepada seluruh warga masyarakat Desa Getakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PERMASALAHAN

 

            Dalam rangka pelaksanaan Pemerintahan Desa, Desa Getakan masih banyak terdapat permasalahan-permasalahan seperti :

1.   Masalah Kesehatan

Masih banyak masyarakat yang membuang sampah atau limbah sembarangan seperti : di got - got, pinggir jalan, ujung gang  sehingga membuat tidak sedap dipandang mata dan  dapat menimbulkan penyakit bagi bagi setiap warga . Terhadap masalah ini masyarakat perlu mendapat pembinaan dan pengarahan oleh Dinas Kesehatan sehingga Masyarakat sadar akan pentingnya hidup sehat.

2.   Masalah Perekonomian

Perekonomian Masyarakat Desa Getakan sangat tidak menentu atau lesu terutama yang kehidupannya sebagai petani yang hasil nilai jual produksinya sangat rendah sedangkan biaya pupuk dan sejenisnya  mahal, sehingga masyarakat yang mengandalkan hidup dari

  • 27 November 2017
  • Dibaca: 7 Pengunjung

Transparansi Keuangan Lainnya

Cari Transparansi Keuangan