Selamat Datang di Website Resmi Desa Getakan , Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Getakan untuk seluruh masyarakat.

Artikel

EDUKASI DAN PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

18 Agustus 2022 15:52:38  Administrator  46 Kali Dibaca  Berita Desa

Pengertian Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

      Tanaman Obat Keluarga (TOGA) atau apotek hidup merupakan jenis tanaman obat pilihan yang dipergunakan untuk pertolongan pertama. TOGA disebut juga sebagai obat-obat ringan untuk mengobati beberapa macam penyakit, seperti demam dan batuk. TOGA merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan wahana pembelajaran untuk mengenal berbagai macam tanaman obat. Edukasi TOGA dapat menjadi sumber pembelajaran edukatif dalam pembentukan karakter dan prinsip kemandirian dalam upaya pengobatan keluarga. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, buah, biji, dan akarnya. Secara umum, TOGA dimanfaatkan sebagai minuman kebugaran, ramuan untuk gangguan kesehatan ringan, dan memelihara kesehatan, serta meningkatkan gizi.

Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

   TOGA memiliki banyak manfaat yang dapat dilihat dari aspek kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya, yaitu:

1). Aspek Kesehatan

a. Pemeliharaan Kesehatan: TOGA sebagai obat tradisional banyak digunakan dalam upaya pencegahan penyakit.

b. Penanggulangan Penyakit: TOGA memiliki manfaat dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas suatu penyakit.

c. Perbaikan Status Gizi: TOGA yang dapat berperan sebagai buah-buahan dan sayuran serta dapat dimanfaatkan sebagai obat.

2). Aspek Lingkungan

a. Kelestarian Alam: budidaya tumbuhan yang umum dijadikan obat dapat mengurangi kemungkinan untuk terjadinya kepunahan pada beberapa jenis tumbuhan tersebut.

b. Penghijauan dan Estetika: penanaman tanaman obat sangat berkaitan dengan penghijauan. Tanaman obat yang ditanam dan ditata dengan baik dapat memberikan keindahan pada lingkugan.

3). Aspek Ekonomi

Tanaman obat dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain sebagai obat, TOGA dapat dijadikan komoditas yang diperdagangkan sehingga menambah penghasilan. Selain itu, TOGA yang terlebih dahulu diolah untuk meningkatkan nilai jual dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar. 

4). Aspek Sosial Budaya

Penanaman TOGA merupakan upaya pelestarian budaya leluhur dalam memelihara dan mempertahankan budaya masyarakat.

Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) oleh KKN-PPM Universitas Udayana

Program penanaman TOGA di Desa Getakan, Klungkung sudah terlaksana di SDN 2 Getakan dan SDN 3 Getakan oleh Mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana tahun 2022. Secara umum, pendidikan karakter pada anak selain dengan belajar formal di dalam kelas, namun juga dapat dilakukan melalui berinteraksi dengan sesamanya serta benda-benda pada lingkungan sekitar. Sekolah memiliki peran untuk membentuk lingkungan sekolah menjadi asri, salah satunya dengan pembelajaran mengenai pengenalan terhadap tanaman. Pemanfaatan tanaman melalui kegiatan penanaman TOGA di sekitar lingkungan sekolah dapat dijadikan wahana pembelajaran bagi siswa. Para siswa dapat mempelajari jenis-jenis TOGA yang dapat ditanam di lingkungan sekolah maupun rumah serta mengetahui manfaatnya. Beberapa jenis TOGA yang ditanam beserta manfaatnya, antara lain:

1). Daun Mint (Mentha piperita)

    Tumbuhan mint termasuk herba tahunan, daunnya dapat menghasilkan minyak esensial yang dapat digunakan untuk kesehatan mulut, kosmetik, dan pangan. Mint digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati nyeri tubuh dan sakit perut, serta tehnya memiliki manfaat untuk saluran pencernaan.

2). Jahe Putih (Zingiber officinale)

    Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan, digunakan pada industri obat, minyak wangi, dan industri jamu tradisional. Selain pada industri pangan dan obat, jahe dapat digunakan sebagai pestisida alami. Adapun manfaat secara farmakologi antara lain adalah sebagai anti muntah, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, serta anti rematik.

3). Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

    Tanaman kumis kucing banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk manusia, diantaranya untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih, mengobati asam urat, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar gula darah, menyehatkan jantung, meredakan batuk, dan mengobati gusi bengkak.

4). Lidah Buaya (Aloe vera)

    Lidah buaya memiliki manfaat sebagai anti mikroba, pembersih tubuh, dan mengatur kadar kolesterol darah. Selain itu, lidah buaya banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan obat, yaitu untuk memperlambat penuaan dini dan sebagai bahan anti luka bakar.

5). Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata)

    Cocor bebek dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol, mencegah dan mengatasi peradangan, mengatasi infeksi bakteri, mengobati luka, menurunkan tekanan darah mencegah infeksi virus, mencegah reaksi alerg, dan mengatasi masalah kulit.

6). Temu Giring (Curcuma Heyneana)

    Temu giring atau temu poh dapat memperhalus kulit, melangsingkan tubuh, obat sakit perut, dan melancarkan pencernaan. Temu giring dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan baku pembuatan lulur. Secara tradisional, rimpang temu giring memiliki khasiat sebagai obat luka, obat cacing, obat sakit perut, menambah nafsu makan, dan sebagai obat jerawat.

 

 

Penulis: Nadia Khairunnisa (KKN PPM XXV Universitas Udayana tahun 2022)

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Pengaduan Online

Pengaduan Online

Statistik Penduduk

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Info Media Sosial

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:424
    Kemarin:132
    Total Pengunjung:88.296
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.236.52.68
    Browser:Tidak ditemukan

Komentar Terbaru